Nilai tukar rupiah kembali tertekan dan mencetak rekor terendah sepanjang sejarah terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Rabu 3 Juni, di tengah meningkatnya ketidakpastian global akibat konflik di Timur Tengah. Mengutip data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup pada level 17.967 per dolar Amerika atau melemah 0,70% dibanding penutupan Selasa kemarin, senilai 17.839 per dolar. Chief Economist PermataBank Josua Pardede menilai, pelemahan rupiah dipicu kombinasi sejumlah faktor yang terjadi secara bersamaan, mulai dari kenaikan harga minyak, surplus perdagangan April yang hampir habis, serta kondisi geopolitik yang mendorong penguatan nilai dolar amerika. ( ben )




