Sebanyak 20 dealer BYD di provinsi Shandong, Tiongkok bagian timur ditutup. Keputusan ini ditengarai krisis keuangan yang dialami Qiancheng Holdings, salah satu perusahaan mitra grup dealer BYD di Tiongkok. Berdasarkan media lokal, puluhan dealer itu kini tampak kosong seperti tutup permanen. Semua dealer yang tutup ini tersebar di 4 kota, termasuk Jinan dan Weifang. Akibatnya, lebih dari 1000 pelanggan terdampak lantaran mereka masih memiliki hak garansi dan layanan purnajual yang belum dipenuhi. Mereka pun sedang membentuk kelompok untuk memperjuangkan hak dan mencari solusi. Qiancheng sejauh ini belum memberikan komentar saat dimintai keterangan terkait keputusan tersebut. Qiancheng merupakan salah satu perusahaan besar dengan omzet tahunan sekitar 3 miliar yuan atau 6,8 triliun rupiah dan memiliki 1200 karyawan. ( tbu )




