Bursa Karbon Indonesia meningkat

Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia Jeffrey Hendrik mengungkapkan sejak perdagangan bursa karbon diluncurkan 26 September tahun lalu telah terjadi volume transaksi sekitar 600 ribu ton dengan nilai transaksi 37 miliar rupiah. Adapun total suplay bursa karbon saat ini sekitar 1 koma 3 juta ton. Pencapaian itu jauh lebih baik dibandingkan Malaysia yang memiliki bursa karbon lebih awal dari Indonesia, dengan volume transaksi kira-kira hanya 190 ribu ton. Angka tersebut 30 persen dari transaksi yang terjadi di bursa karbon di Indonesia. Bahkan, jika dibandingkan negara maju seperti Jepang, volume perdagangan bursa karbon Indonesia juga masih lebih tinggi. Jepang juga meluncurkan bursa karbon lebih kurang waktu yang sama dengan Indonesia dan namun transaksinya baru sekitar 500 ribu ton. ( tbu )

Author: Andi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *