Toyota Motor mengumumkan produksi global mereka untuk Mei lalu turun 4,1 persen dibanding tahun sebelumnya menjadi 812.191 unit. Kondisi ini menandai penurunan empat bulan berturut-turut lantaran produsen mobil itu terus berjuang menghadapi persaingan ketat di Tiongkok. Output di Tiongkok anjlok 21,7 persen akibat perang harga dengan merek-merek lokal di pasar mobil terbesar di dunia itu. Eropa juga mencatat penurunan 5,3 persen lantaran hari kerja yang lebih sedikit di Prancis. Adapun produksi di Amerika Utara naik tipis 0,8 persen. Di Jepang, output meningkat 2,8 persen menjadi 255 ribu 314 unit. Penjualan global naik tipis 0,3 persen menjadi 840 ribu 681 kendaraan. (antara-tbu)




