Jaringan gerai fashion mewah Louis Vuitton di Korea selatan, menjadi korban serangan siber yang menyebabkan kebocoran sebagian data pelanggan. Kejadian ini merupakan insiden kedua dalam beberapa bulan terakhir yang menimpa grup barang mewah terbesar di dunia itu. Unit bisnis Korea selatan milik merek utama LVMH tersebut menyatakan, pihak ketiga yang tidak berwenang berhasil mengakses sistem mereka pada tanggal 8 Juni 2025. Akibatnya, sebagian data pelanggan diketahui bocor, meski tidak mencakup informasi keuangan seperti nomor kartu kredit atau rekening bank. Perusahaan menyebut pelanggaran tersebut telah berhasil dikendalikan, serta tengah menyelidiki asal dan motif serangan bersama otoritas terkait. ( ben )



