Realestat Indonesia, REI

Realestat Indonesia, REI,  meminta pemerintah memberikan porsi perhatian dan kebijakan yang lebih terukur dan terkonsolidasi dalam menyelesaikan tantangan-tantangan yang membuat warga sulit memiliki rumah layak huni. Ketua Umum REI, Joko Suranto menyebutkan, sampai saat ini belum terjadi penurunan signifikan angka backlog atau kesenjangan kepemilikan rumah. Tercatat, pada tahun 2010 data backlog 13,5 juta, sementara tahun 2020 backlognya 12,5 juta. Dengan demikian, dalam tempo 10 tahun angka penurunan backlog sangat kecil. Menurut REI, kondisi utu dipengaruhi banyak factor, seperti perizinan, kebijakan, penganggaran, hingga akomodasi institusi yang bertanggung jawab. ( ben )

Author: Andi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *