OPEC dan sekutunya diperkirakan kehilangan sebagian kekuatan dalam mengendalikan pasar minyak setelah Uni Emirat Arab UEA keluar dari kelompok itu pada 1 Mei. Namun, aliansi produsen lainnya kemungkinan tetap solid dan terus berkoordinasi dalam kebijakan pasokan minyak. UEA adalah produsen terbesar keempat dalam OPEC dan pada Selasa menyatakan akan meninggalkan OPEC setelah hampir 60 tahun jadi anggota. Keputusan ini membebaskan Abu Dhabi dari target produksi minyak yang selama ini ditetapkan OPEC dan sekutunya untuk menyeimbangkan pasokan dan permintaan. Keluarnya UEA ini mengejutkan. Empat dari lima sumber di OPEC plus mengatakan keluarnya UEA mempersulit upaya OPEC plus dalam menyeimbangkan pasar melalui penyesuaian pasokan, lantaran aliansi itu akan mengendalikan porsi produksi global yang lebih kecil. ( tbu )



