Emiten konsumer Mayora Indah MYOR pada kuartal pertama tahun ini mencatat penjualan bersih 9,39 triliun rupiah, turun 4,74% secara tahunan. Sementara itu, laba bersih Mayora Indah melonjak 37,15% menjadi 945,58 miliar rupiah. Penurunan penjualan ini dipengaruhi faktor musiman, terutama pergeseran periode Lebaran yang lebih awal. Alhasil, sebagian distribusi dan penjualan sudah terealisasi pada kuartal empat 2025. Selain itu, ada efek pembatasan operasional truk selama periode Lebaran yang pada tahun ini sepenuhnya terjadi di bulan Maret. Ini memberi tekanan lebih besar dibanding tahun sebelumnya yang dampaknya terbagi Maret dan April. ( tbu )



