Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut pembahasan terkait perjanjian perdagangan resiprokal atau ART antara Indonesia dan Amerika Serikat hampir rampung. Namun, pemerintah belum dapat memastikan target penyelesaian pembahasan tersebut karena masih menunggu respons dari Amerika Serikat. Airlangga mengatakan, salah satu isu yang masih dibahas adalah excess capacity atau kelebihan kapasitas produksi. Sementara itu, produk padat karya Indonesia disebut memperoleh tarif sebesar 10% dari negara adidaya tersebut. Dalam pertemuan dengan perwakilan Amerika Serikat Airlangga juga melakukan pembahasan terkait perdagangan Indonesia dengan Amerika yang saat ini sudah mencapai 32,34 miliar rupiah pada Januari-Agustus 2026. ( tbu )




