Kapten tim nasional sepak bola Prancis Kylian Mbappe meminta maaf kepada masyarakat Tiongkok setelah komentarnya yang menyebut mantan pemimpin Tiongkok Mao Zedong sebagai diktator menuai kecaman. Kontroversi itu mulai berdampak pada hubungan komersial sang pemain di pasar Tiongkok. Penyerang Real Madrid itu mengakui komentarnya dalam sebuah wawancara podcast baru-baru ini tidak tepat dan telah melukai perasaan banyak orang di Tiongkok serta komunitas etnis Tionghoa di berbagai negara. Dampak dari pernyataan itu meluas ke sektor bisnis. Sejumlah perusahaan Tiongkok, termasuk produsen produk susu Mengniu dan Shanghai Milkground Food Tech serta perusahaan minuman Eastroc Beverage, menyatakan menghentikan seluruh kerja sama dengan Mbappe. ( tbu )




