Pengawasan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis BMKS di bawah OJK dinilai tidak serta-merta bisa menjadikan Indonesia sebagai penentu harga acuan atau price maker komoditas mineral dunia. Founder Tranderindo Wahyu Laksono menilai, integritas regulasi harus diimbangi dengan likuiditas pasar agar pembentukan harga acuan dapat terwujud secara optimal. Meskipun Indonesia menguasai porsi produksi mineral seperti nikel dan batu bara di pasar global, Wahyu mengingatkan bahwa acuan harga selama ini masih bergantung pada standar harga global, misalnya London Metal Exchange LME dan NEWC Index Newcastle. Langkah OJK mendekatkan ekosistem BMKS yang rencananya akan diberi nama Indonesia Commodity Exchange Icomex ke standar pasar modal melalui transparansi transaksi, pengawasan berbasis risiko, dan perlindungan kustodian dipandang mampu meningkatkan kredibilitas Indonesia di mata pembeli internasional. ( tbu )




