Pelemahan rupiah ditengah kenaikan suku bunga global mulai menjadi perhatian pelaku industri manufaktur. Tekanan nilai tukar berpotensi meningkatkan biaya produksi, terutama bagi industri yang masih bergantung pada bahan baku, mesin dan barang modal impor. Kondisi ini pada akhirnya dapat memengaruhi margin hingga keputusan ekspansi perusahaan. Ketua Umum Apindo Shinta W. Kamdani mengatakan, depresiasi rupiah menjadi perhatian terutama jika berlangsung berkelanjutan. ( tbu )




