Presiden Amerika Donald Trump mengumumkan rencana kontroversial untuk mengalihfungsikan proyek monumen kemenangan di dekat Jembatan Memorial Arlington Washington DC menjadi sebuah kompleks militer berteknologi tinggi. Trump mengeklaim revisi desain ini dilakukan atas permintaan kuat dari militer demi menopang keamanan nasional. Fasilitas monumental itu nantinya dirancang untuk menyimpan amunisi, mengerahkan armada drone, hingga menyiagakan sniper di area atap dan plaza monumen. Pengumuman mendadak ini mengubah total konsep awal bangunan yang sebelumnya dipresentasikan sebagai objek wisata berupa gapura monumental setinggi sekitar 76 meter untuk memperingati 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat. Penambahan fungsi militer di samping Pemakaman Nasional Arlington ini langsung memicu kekhawatiran baru terkait keamanan publik, legalitas izin, hingga penyimpanan amunisi ditengah titik lalu lintas ibu kota yang padat. ( tb )




