Konflik yang berlangsung di Iran menjadi ujian terbesar bagi Qatar Airways selama lebih dari 30 tahun beroperasi. Maskapai tersebut telah mengambil sejumlah langkah untuk beradaptasi dengan krisis. CEO Qatar Airways Hamad Al-Khater mengaku, geopolitik adalah sesuatu yang dihadapi setiap hari. Konflik itu, yang kini memasuki bulan ketujuh dengan pertukaran serangan yang berlangsung secara berkala antara Amerika Serikat dan Israel di satu sisi dan Iran di sisi lain, telah mengganggu secara signifikan salah satu pasar penerbangan terpenting di dunia yang berada di persimpangan jalur penerbangan utama. Sejumlah negara di kawasan Teluk Persia terpaksa menutup wilayah udara mereka untuk sementara, sehingga puluhan ribu penerbangan dibatalkan. Otoritas di berbagai negara juga mengeluarkan peringatan perjalanan, yang turut menyebabkan penurunan kunjungan wisatawan ke Timur Tengah. ( tbu )




