Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA di Kalimantan Timur mulai menunjukkan peningkatan seiring memburuknya kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan. Hingga memasuki pekan ke-34 tahun 2026, kasus ISPA di Kaltim tercatat sekitar 9 ribu 499 kasus. Angka itu naik dibanding awal tahun, tetapi belum menunjukkan lonjakan yang signifikan. Pada Januari 2026, kasus ISPA tercatat sekitar 9300 kasus. Kasus ISPA sempat mengalami penurunan pada pertengahan tahun. Namun memasuki periode kemarau kasus kembali naik. Selain peningkatan ISPA, kualitas udara di sejumlah wilayah juga mengkhawatirkan. Terutama di Kutai Barat dan Berau, disusul Kutai Kartanegara. ( tbu )




