AirAsia Group Berhad membukukan rugi bersih sebesar 830,5 juta ringgit Malaysia atau sekitar 3,63 triliun rupiah pada kuartal kedua 2026. Kerugian itu terjadi ketika perusahaan menghadapi lonjakan biaya bahan bakar pesawat alias avtur ditengah volatilitas energi global. Selain itu, pergerakan nilai tukar juga memberikan tekanan besar terhadap kinerja keuangan AirAsia Group. Dalam laporan keuangan kuartal kedua 2026, Kamis 13 Agustus 2026, AirAsia Group mencatat pendapatan sebesar 5,1 miliar ringgit atau sekitar 22,28 triliun rupiah. Pendapatan itu turun 1 persen secara tahunan meskipun kapasitas penerbangan berkurang 11 persen. Perusahaan menyebut penurunan kapasitas dilakukan sebagai bagian dari strategi untuk lebih mengutamakan tingkat imbal hasil dibandingkan mengejar volume penumpang. ( tbu )




