Prodia Diagnostic Line atau PRDL, bidik pertumbuhan pendapatan dan laba bersih hingga dua digit pada tahun 2026. Setelah membukukan lonjakan kinerja sepanjang tahun 2025, emiten alat kesehatan diagnostik medis yang resmi melantai di Bursa Efek Indonesia tanggal 9 Juli 2026 ini, menyiapkan strategi ekspansi melalui peluncuran produk baru, perluasan jaringan distribusi, serta peningkatan penetrasi pasar. Pada tahun 2025, PRDL mencatat pendapatan sebesar 74,4 miliar atau tumbuh 27% secara tahunan. Pertumbuhan tersebut diikuti kenaikan laba bersih sebesar 70,7% menjadi 16,9 miliar rupiah. Direktur Utama Prodia Diagnostic Line, Cristina Sandjaja, mengatakan perseroan optimis dapat mempertahankan laju pertumbuhan yang telah dicapai tahun lalu.( tbu )




