Persaingan mobil listrik di Indonesia kian memanas, seiring menguatnya dominasi BYD di pasar domestik. Sepanjang semester I 2026, produsen EV asal Tiongkok tersebut membukukan penjualan sekitar 26.000 unit, dan menguasai sekitar 35% pangsa pasar kendaraan listrik nasional. Pengamat otomotif Institute Teknologi Bandung, Yannes Martinus Pasaribu menilai, keberhasilan BYD tidak semata-mata ditopang harga yang kompetitif, melainkan oleh strategi perusahaan menguasai hampir seluruh rantai nilai produksinya, mulai dari baterai, mesin listrik, hingga sistem elektronik kendaraan. Menurutnya, integrasi tersebut membuat biaya produksi BYD jauh lebih efisien dibandingkan para pesaingnya. Selain itu, percepatan perakitan lokal BYD di Subang turut membantu menekan biaya produksi sehingga harga jual kendaraan menjadi lebih kompetitif. ( ben )




