Presiden Amerika Serikat Donald Trump, kembali meningkatkan tekanan terhadap Iran dengan memberlakukan kembali blokade laut terhadap seluruh pelabuhan Iran serta mengancam akan menyerang pembangkit listrik dan fasilitas energi jika Teheran tidak kembali ke meja perundingan. Langkah tersebut diumumkan Selasa 14 Juli, di tengah memanasnya kembali konflik antara Amerika Serikat dan Iran, yang mengancam stabilitas kawasan Teluk serta jalur perdagangan energi global. Pemerintah Amerika juga memulai gelombang baru serangan militer yang diklaim bertujuan melemahkan kemampuan Iran dalam melancarkan serangan terhadap kapal-kapal dagang di Selat Hormuz. Sementara itu, Iran menyatakan kembali menutup Selat Hormuz setelah pertempuran dengan Amerika Serikat kembali pecah pekan lalu. ( ben )




