Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia berharap pemerintah meningkatkan alokasi gas bumi yang disalurkan melalui program Harga Gas Bumi Tertentu HGBT jadi 70 sampai 80% seperti yang pernah diterapkan sebelumnya, meski harga gas alam untuk industri telah didiskon. Asaki menyatakan porsi HGBT dengan besaran itu dapat meningkatkan resiliensi industri nasional ditengah ketatnya persaingan regional dan derasnya arus produk impor, terutama dari Tiongkok dan India. Kebijakan ini dinilai bisa memberikan kepastian bagi dunia usaha, menjaga daya saing industri nasional, serta melindungi keberlangsungan lapangan kerja. Turunnya harga gas industri berpotensi mengurangi tekanan biaya energi yang selama ini jadi salah satu tantangan terbesar industri keramik nasional. Terlebih, biaya energi gas tercatat mencapai sekitar 50% dari total biaya produksi keramik. ( tbu )




