Pemerintah memastikan Bali akan jadi lokasi pertama pengembangan Pusat Finansial Internasional Indonesia PFII. Bahkan, kawasan pusat keuangan tersebut tidak hanya akan dibangun di satu lokasi, melainkan berpotensi tersebar di dua hingga tiga titik di Pulau Dewata. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah saat ini masih mematangkan berbagai aspek regulasi dan infrastruktur sebagai fondasi pembentukan financial center. Namun Airlangga belum mengungkapkan secara rinci lokasi yang akan ditetapkan sebagai kawasan pusat keuangan internasional tersebut. Menurut Airlangga, pembentukan financial center adalah strategi untuk meningkatkan daya saing Indonesia dalam menarik arus investasi internasional. Selama ini, dana investasi global lebih banyak terkonsentrasi di negara-negara yang telah memiliki pusat keuangan dunia. ( tbu )



