Pertumbuhan ekonomi Jepang dilaporkan kehilangan momentum pada kuartal Januari-Maret 2026 dibandingkan tiga bulan sebelumnya. Berdasarkan revisi data PDB yang dirilis Kantor Kabinet Senin ini, perlambatan ini dipicu oleh lesunya belanja modal perusahaan, serta bayang-bayang risiko dari konflik bersenjata di Timur Tengah. Data terbaru menunjukkan ekonomi Jepang tumbuh sebesar 1,8% secara tahunan pada kuartal pertama. Angka ini turun jika dibandingkan perkiraan awal yang berada dilevel 2,1%. Meski melambat, capaian ini masih berada diatas ekspektasi moderat para ekonom yang memprediksi pertumbuhan di 1,3%. Tanpa disetahunkan, PDB Jepang tercatat tumbuh 0,5%, sedikit lebih baik dari perkiraan konsensus pasar sebesar 0,3% dan sama dengan data awal yang dirilis sebelumnya. ( tbu )




