Kebijakan platform Gojek dan Grab yang menghentikan program paket hemat memicu reaksi beragam dari masyarakat. Langkah korporasi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan pengguna setia terkait potensi lonjakan biaya mobilitas harian yang kian mahal. Penghapusan fitur ini berlatar belakang desakan pembenahan struktur tarif demi menjaga kesejahteraan mitra driver di tengah tekanan ekonomi makro. Bagi konsumen kelas pekerja dan komuter, kehadiran paket murah selama ini menjadi katup penyelamat anggaran transportasi. Penghapusan skema ini memaksa pengguna menghitung ulang pengeluaran bulanan mereka. ( tbu )



