Anggota parlemen Singapura secara bulat mengesahkan mosi yang menegaskan negara itu tidak akan membiarkan pertumbuhan ekonomi tanpa penciptaan lapangan kerja ditengah transisi AI. Mosi anggota non-pemerintah itu disahkan Rabu 6 mei kemarin setelah melalui perdebatan selama dua hari. Parlemen mendesak pemerintah mengakui dampak serius AI terhadap sektor ketenagakerjaan dan memastikan kemajuan ekonomi akan bersifat inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat. Ini merupakan mosi pertama yang diajukan oleh gerakan buruh dalam lebih dari satu dekade terakhir. Jika dibiarkan hanya mengikuti mekanisme pasar, pertumbuhan AI mungkin tidak akan secara otomatis memberikan manfaat bagi para pekerja. Kemenangan mosi ini dinilai sebagai sebuah konsensus yang jelas, bahwa dampak penggunaan AI terhadap para pekerja harus dikelola dengan baik dan terukur. ( tbu )



