Spirit Airlines menyatakan hampir seluruh proses pengembalian dana penumpang telah rampung setelah maskapai itu menghentikan operasional secara mendadak pada akhir pekan. Maskapai berbiaya rendah asal Amerika Serikat itu membatalkan seluruh penerbangan sejak Sabtu 2 Mei dini hari, membuat ribuan penumpang dan awak kabin terlantar di berbagai wilayah Amerika Serikat, Karibia, dan Amerika Latin. Penutupan operasi ini terjadi setelah Spirit tertekan persoalan keuangan, termasuk lonjakan tajam harga bahan bakar jet yang dipicu konflik Iran. Spirit sebelumnya memiliki lebih dari 4000 penerbangan domestik yang dijadwalkan hingga 15 Mei. Spirit menyebut sebagian besar pelanggan yang memesan tiket menggunakan kartu kredit atau debit telah menerima pengembalian dana pada Sabtu malam. ( tbu )



