Para pejabat pemerintahan Trump sedang menelaah dampak potensial lonjakan harga minyak hingga 200 dolar amerika per barel terhadap perekonomian. Modeling terkait seberapa merugikannya lonjakan harga minyak yang lebih besar terhadap prospek pertumbuhan adalah bagian dari penilaian berkala yang dilakukan pada masa-masa sulit dan bukan prediksi. Modeling bertujuan memastikan pemerintahan siap menghadapi segala kemungkinan, termasuk konflik yang berkepanjangan. Bahkan sebelum perang dimulai, Menteri Keuangan Amerika Scott Bessent telah mengutarakan kekhawatiran bahwa konflik itu akan mendorong kenaikan harga minyak dan merugikan pertumbuhan ekonomi. Pejabat senior Departemen Keuangan telah menyampaikan kekhawatiran ke Gedung Putih mengenai fluktuasi harga minyak dan bensin selama beberapa minggu. ( tbu )




