Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan kembali memastikan kebijakan debt switching atau tukar guling utang jatuh tempo dengan utang baru bertenor lebih panjang akan kembali berlaku tahun ini. Targetnya senilai 173,4 triliun rupiah. Jumlah itu setara dengan SBN yang jatuh tempo tahun ini. Selain itu, BI juga akan terlibat lebih aktif untuk membeli surat berharga negara atau SBN di pasar sekunder di tengah tren penurunan minat investor terhadap surat utang negara. Dua poin itu adalah bagian dari Koordinasi Antara Kebijakan Fiskal dan Moneter antara Kementerian Keuangan dan BI Tahun 2026 yang berlangsung pada Jumat 20 Februari kemarin. Menariknya dalam kesepakatan terbaru antara kedua otoritas, mereka tidak lagi menggunakan istilah burden sharing sebagai bagian dari strategi pembiayaan fiskal meski substansinya sama dengan tahun 2025 lalu.




