Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengusulkan pengetatan undang-undang kepemilikan senjata api menyusul penembakan massal di Bondi Beach Sydney Minggu 14 Desember 2025 kemarin. Insiden berdarah itu menewaskan sedikitnya 15 orang dalam acara perayaan Yahudi Hanukkah pada Minggu. Penembakan tersebut menargetkan perayaan yang dihadiri ribuan orang. Dua terduga pelaku penembahan merupakan ayah yang berusia 50 tahun dan putranya yang berusia 24 tahun. Kepolisian mengonfirmasi bahwa pelaku berusia 50 tahun memiliki izin resmi kepemilikan enam senjata api. Senjata-senjata itu diyakini digunakan dalam aksi penembakan tersebut. Albanese menilai, tragedi itu menunjukkan perlunya pengetatan aturan senjata api, termasuk pembatasan jumlah senjata yang boleh dimiliki oleh satu orang. ( tbu )




