Rencana merger antara Netflix dan Warner Bros memantik kekhawatiran baru di industri hiburan global. Sejumlah pelaku industri menilai aksi korporasi ini berpotensi menciptakan monopsoni, yakni kondisi ketika hanya ada sedikit pembeli dengan kekuatan tawar yang sangat besar terhadap para pemasok konten. Peringatan itu disampaikan mantan Kepala Amazon Studios, Roy Price yang kini memimpin studio International Art Machine. Price menyebut meski industri film telah berkali-kali menghadapi disrupsi mulai dari TV, video rumahan, streaming hingga kecerdasan buatan, merger raksasa seperti ini dapat membawa perubahan struktural yang lebih fundamental. Jika Netflix berhasil mengakuisisi Warner Bros, Hollywood berisiko berubah menjadi ekosistem yang berputar pada satu matahari. Situasi tersebut dinilai akan membuat setiap kesepakatan bisnis, keputusan kreatif, hingga perjalanan karier para pekerja kreatif bergantung pada satu entitas dominan. ( tbu )




