Emiten farmasi, Phapros selama sembilan bulan pertama tahun ini mencatat pendapatan bersih sebesar 683,58 miliar rupiah, naik 19,5% dibanding periode sama tahun lalu. Pertumbuhan penjualan ini terutama ditopang oleh peningkatan kinerja pada segmen produk obat bermerek baik obat resep ataupun obat jual bebas OTC serta segmen obat Generik. Selain itu kontribusi pertumbuhan penjualan juga diperoleh dari Anak Usaha dalam grup yaitu PT Lucas Djaja. Sejumlah produk unggulan di sektor obat bermerek antara lain Antimo Group, Fitogen, Noza, Dextamine dan Pehacain menjadi kontributor yang menopang peningkatan penjualan dan perbaikan marjin perseroan. Tak hanya itu, lini terapi untuk pengobatan Tuberkulosis melalui produk OAT serta terapi malaria turut memberikan kontribusi positif terhadap kinerja penjualan pada segmen obat Generik. ( tbu )



