Menjelang puncak mobilitas libur Natal dan Tahun Baru 2026, potensi cuaca ekstrem kembali jadi perhatian utama. BMKG memaparkan akhir tahun ini ditandai oleh peningkatan signifikan risiko hidrometeorologi, mulai dari hujan ekstrem hingga gangguan atmosfer skala besar. Sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Jawa dan kawasan penyangga Jakarta, diprediksi mengalami curah hujan tinggi akibat kombinasi fenomena cuaca global. Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan jenis bencana yang mendominasi pada akhir tahun meliputi hujan ekstrem, angin kencang, petir merusak, puting beliung, hujan es, dan jarak pandang terbatas yang dapat mengganggu penerbangan maupun pelayaran. Jawa Barat memimpin frekuensi kejadian hujan ekstrem dan angin kencang, disusul Jawa Tengah dan Jawa Timur. (kompas-tbu)



