Nilai ekonomi digital Asia Tenggara diproyeksikan melampaui 300 miliar dolar amerika pada akhir tahun ini, mencatat pertumbuhan kuat selama satu dekade terakhir, menurut laporan terbaru yang dirilis Google, Temasek, dan Bain and Company. Laporan bertajuk e-Conomy SEA 2025, memperluas cakupan ke Brunei, Kamboja, Laos, dan Myanmar, sehingga kini mencakup 10 negara ASEAN. Sepuluh tahun lalu ekonomi digital Asia Tenggara diprediksi google mencapai 200 miliar dolar amerika pada 2025 dan kini angka itu sudah terlampaui tiga tahun lebih cepat. Nilai GMV, nilai total barang dan jasa yang diperdagangkan secara daring diperkirakan mencapai 300 miliar dolar amerika, sementara pendapatan industri digital akan tembus 135 miliar dolar amerika, seiring kenaikan profitabilitas. Lima sektor utama yang menyumbang GMV adalah e-commerce, layanan pesan-antar makanan, transportasi daring, perjalanan online, dan media digital. ( tbu )




