Bank Indonesia merilis hasil Survei Harga Properti Residensial periode kuartal ketiga 2025. Harga properti hunian tumbuh terbatas. BI melaporkan Indeks Harga Properti Residensial IHPR berada di 110,36 untuk periode kuartal ketiga 2025. Hanya tumbuh 0,84% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Laju pertumbuhan tersebut melambat dibandingkan kuartal sebelumnya yang sebesar 0,9% secara tahunan. Pelambatan pertumbuhan harga mencerminkan pasar properti yang belum kuat. Penjualan unit properti residensial tipe menengah dan besar masih lesu, meski penjualan properti residensial tipe kecil masih positif. Di sisi pembiayaan, survei menunjukkan sumber utama pendanaan untuk pembangunan properti residensial masih berasal dari dana internal pengembang, dengan pangsa mencapai 77,67%. Dari sisi konsumen, mayoritas pembelian rumah di pasar primer dilakukan melalui skema pembiayaan KPR dengan pangsa 74,41% dari total pembiayaan. ( tbu )




