Pyridam Farma selama sembilan bulan pertama tahun ini mencatatkan rugi sebesar 365,81 miliar rupiah, membengkak 70,75% dari rugi per September 2024. Hal ini disebabkan naiknya sejumlah pos beban. Meski demikian, emiten farmasi ini mencatat kenaikan pendapatan hingga 77,32% menjadi 2,06 triliun rupiah. Hal ini berkat naiknya penjualan produk farmasi, kecantikan, jasa maklon, dan lainnya sebesar 71,91% menjadi 2,23 triliun rupiah. Meski demikian, beban pokok pendapatannya tercatat mengembung dari 866,06 miliar menjadi 1,64 triliun. Alhasil, laba kotor yang diraup Pyridam Farma hingga September 2025 melonjak dari 295,76 miliar menjadi 417,85 miliar rupiah. ( tbu )




