Perusahaan ritel raksasa Amerika Serikat, Target memangkas sekitar 1800 peran korporat dalam PHK besar pertamanya dalam kurun waktu sekitar satu dekade. Langkah ini dilakukan seiring upaya perusahaan untuk membalikkan penjualan yang stagnan selama bertahun-tahun dan menyederhanakan operasionalnya. Keputusan ini diambil disaat harga saham Target tertinggal dari pesaingnya dan perusahaan menghadapi reaksi keras karena menarik diri dari kebijakan keragaman, ekuitas, dan inklusi. Keputusan PHK ini akan memengaruhi 8% dari total karyawan korporat Target, termasuk penutupan 800 posisi yang masih terbuka. Karyawan yang kehilangan pekerjaan akan menerima gaji dan tunjangan hingga awal Januari, di samping paket pesangon. ( tbu )




