Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menandatangani kesepakatan awal kerjasama pengelolaan mineral penting, pada hari Senin 20 Oktober 2025. Langkah ini bertujuan memperkuat akses Amerika Serikat terhadap penambangan dan pemrosesan sumber daya logam tanah jarang atau rare earth milik Australia. Yahoo Finance mewartakan, kesepakatan tersebut secara terang-terangan menarget Tiongkok, sebagai negara yang baru-baru ini membatasi ekspor logam tanah jarangnya keseluruh dunia. Meski demikian, Tiobngkok sendiri masih memegang kendali besar di sektor logam tanah jarang. Menurut sejumlah perkiraan, pemerintah Beijing menguasai sekitar 90 persen pasar global dalam penambangan dan pemrosesan rare earth, sebagai bahan penting untuk produksi elektronik modern. ( ben )



