Menteri Investasi dan Kepala BKPM Rosan Roeslani mengungkapkan, ada dua investor besar asal Tiongkok telah memulai pembangunan pabrik pengolahan kelapa di Indonesia sejak kuartal ketiga tahun ini. Proyek tahap pertama ini melibatkan investasi 100 juta dolar amerika dan telah berhasil menyerap setidaknya 5000 tenaga kerja lokal. Nantinya, pabrik pengolahan kelapa ini akan memanfaatkan 100% bagian dari kelapa, sehingga nilai tambah yang dihasilkan cukup besar, dimana setiap pabrik butuh hingga 500 juta butir kelapa sebagai bahan baku, yang seluruhnya akan dipasok dari dalam negeri. Salah satu investor utama adalah Zhejiang FreeNow Food, produsen kelapa dan turunannya terbesar di Tiongkok, yang telah memiliki 6 pabrik di negara asalnya. Sementara satu investor lainnya konsorsium gabungan antara perusahaan Tiongkok dan Indonesia. ( tbu )



