Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut implementasi mandatori bioetanol 10% atau E10 berpotensi mengurangi konsumsi BBM sebesar 4,2 juta kiloliter. Namun angka tersebut baru sebatas kalkulasi kasar belaka yang dia dapatkan dari menghitung kebutuhan bensin Tanah Air 40 sampai 42 juta kiloliter dibandingkan komposisi etanol yang digunakan sebesar 10% dalam E10. Selain menghemat konsumsi BBM, mandatori E10 diprediksi mampu mengurangi kebutuhan impor BBM Indonesia. Bahlil menjelaskan saat ini kapasitas produksi BBM Indonesia sekitar 14 sampai 15 juta ton, sedangkan 25 sampai 27 juta ton didatangkan dari impor. Jika dicampur, mandatori itu bisa mengurangi impor BBM Indonesia. ( tbu )




