Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran berencana menggelar pertemuan dengan pimpinan perusahaan sektor pertambangan, perhutanan, dan perkebunan yang beroperasi di wilayahnya. Langkah ini diambil untuk mengoptimalkan pendapatan asli daerah menyusul penurunan proyeksi APBD Kalteng tahun 2026. Kebijakan pemotongan Dana Transfer ke Daerah dan menurunnya Dana Bagi Hasil dari pemerintah pusat membuat Pemerintah Provinsi Kalteng harus mencari sumber pemasukan lain agar pembangunan tetap berjalan. Dalam pertemuan itu, para investor itupun harus tidak boleh diwakilkan, dan yang hadir harus direktur bukan manajer. Mereka yang datang harus memiliki kewenangan strategis. ( tbu )



