Monetary Authority of Singapore atau MAS diprediksi akan mempertahankan kebijakan moneternya pada pertemuan pekan depan, seiring prospek pertumbuhan ekonomi yang masih tangguh meski terjadi perlambatan perdagangan akibat tarif impor Amerika Serikat. Dari 14 ekonom yang disurvei, 10 memperkirakan MAS tidak melakukan perubahan dalam tinjauan kebijakan 14 Oktober. Ekonom Maybank, Chua Hak Bin, mengatakan lonjakan sektor konstruksi, dukungan fiskal yang besar, serta penurunan suku bunga telah membantu meredam dampak perlambatan perdagangan global. Kepala Riset Asia ANZ, Khoon Goh, juga menilai ketidakpastian ekonomi Singapura mulai berkurang, meski risiko terkait kebijakan ekonomi Amerika serikat masih membayangi. ( tbu )




