Pemerintah Tiongkok merespons ancaman Presiden Amerika Donald Trump yang menyebut akan mengenakan tarif 50 sampai 100% terhadap Tiongkok lantaran terus membeli minyak dari Rusia. Tiongkok mengklaim sepenuhnya sah dan sesuai hukum untuk melakukan kerjasama ekonomi, perdagangan, dan energi dengan semua negara, termasuk Rusia. Menurut juru bicara kementerian Luar Negeri Tiongkok, apa yang dilakukan Amerika itu merupakan langkah unilateralisme, intimidasi, dan pemaksaan ekonomi. Ia menegaskan posisi Tiongkok terkait krisis Ukraina konsisten yakni mendorong dialog dan negosiasi sebagai jalan keluar utama. Jika hak dan kepentingan sah Tiongkok dirugikan, pihaknya akan dengan tegas mengambil tindakan balasan untuk melindungi kedaulatan, keamanan, dan kepentingan pembangunan. ( tbu )




