Kamar Dagang dan Industri Indonesia menilai program 3 juta rumah yang diusung pemerintah mampu menyerap jutaan tenaga kerja dan memberi efek berganda pada perekonomian. Pasalnya, sektor perumahan melibatkan rantai pasok yang luas, mulai dari tenaga kerja langsung hingga ratusan vendor pendukung. Menurut Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie, ada 9 juta orang yang bekerja di jasa konstruksi bidang perumahan. Setiap rumah melibatkan 5 sampai 6 tenaga kerja, ditambah sekitar 140 vendor mulai dari semen, baja, hingga jasa transportasi. Jadi efek multiplier-nya sangat besar. Untuk mendukung target itu, pemerintah bersama Kadin dan BPI Danantara menyiapkan skema KUR Perumahan dengan subsidi bunga 5%. Angka ini jauh lebih rendah dari bunga komersial perbankan yang berada di kisaran 9% sampai 12%. ( tbu )




