Sebuah perusahaan ritel di Tiongkok menerapkan kebijakan unik yang mempersilakan karyawan mengambil libur ketika merasa tidak bahagia. Aturan ini diumumkan Yu Donglai, pendiri sekaligus ketua jaringan supermarket Pang Dong Lai di Provinsi Henan, dalam acara Pekan Supermarket Tiongkok pada Maret 2024. Yu menegaskan karyawan yang merasa sedih atau tertekan berhak mengambil cuti tambahan hingga 10 hari sesuai keinginan mereka. Manajemen juga tidak boleh menolak cuti tersebut. Menurutnya menolak berarti melanggar aturan perusahaan. Kebijakan ini lahir dari fenomena nyata. Survei pada 2021 menemukan lebih dari 65 persen karyawan di Tiongkok merasa lelah dan tidak bahagia di tempat kerja. Penyebabnya beragam, mulai dari gaji rendah, hubungan antarpekerja yang rumit, hingga budaya lembur. Pada 2023, Yu bahkan secara terbuka mengecam budaya jam kerja panjang di Tiongkok. ( tbu )



