Kementerian Perindustrian menyampaikan bahwa Jawa Timur jadi salah satu pusat pasar kendaraan bermotor di Indonesia dengan kontribusi 9,7 persen dari total penjualan mobil nasional. Melihat potensi tersebut, Kemenperin menegaskan komitmennya memperkuat struktur industri otomotif di provinsi ini sekaligus mempercepat adopsi kendaraan listrik berbasis baterai alias EV. Selain menjadi pasar penting, Surabaya juga dinilai potensial untuk memperkuat rantai pasok otomotif nasional. Potensi ini harus diimbangi dengan penguatan struktur industri yang kokoh dan terintegrasi dari hulu ke hilir. Berdasarkan data Vehicles in Use 2024 dari Organisasi Internasional Produsen Kendaraan Bermotor, rasio kepemilikan mobil di Indonesia masih rendah, yakni 99 unit per 1000 penduduk. Angka ini tertinggal dari Malaysia 490, Thailand 275, dan Singapura 211. Namun Indonesia mencatat penjualan kendaraan domestik tertinggi di ASEAN, menunjukkan pasar yang besar dan prospektif bagi investasi maupun ekspansi produksi. ( tbu )



