Tiongkok bergerak cepat merevolusi sistem keuangan global dengan rencana penerapan mata uang perdagangan baru berbasis listrik. Strategi ini dipandang sebagai langkah ambisius Beijing untuk menantang dominasi dolar Amerika dalam perdagangan internasional, sekaligus memperkuat posisi yuan di pasar global. Langkah ini mengingatkan pada strategi petrodolar yang dijalankan Amerika serikat pada 1970an, ketika Washington mengaitkan dolar dengan ekspor minyak Arab Saudi. Bedanya, kali ini Tiongkok memanfaatkan dominasinya dalam pembangkitan listrik terutama dari energi terbarukan, untuk mendukung agenda dedolarisasi yang tengah digalakkan BRICS. Disisi lain, stagnasi produksi listrik di Amerika serikat sejak 2005 membuat Negeri Paman Sam tertinggal dalam memanfaatkan lonjakan kebutuhan energi global. ( tbu )



