Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti membantah tudingan bahwa lembaga yang dipimpinnya telah merekayasa data pertumbuhan ekonomi kuartal dua 2025 kemarin. BPS menegaskan perhitungan PDB mengikuti standar internasional dan diawasi banyak pihak. Ia menyebut setiap proses bisnis BPS sudah memiliki mekanisme pengendalian kualitas yang ketat. Selain itu, PDB hanya salah satu dari ribuan statistik yang dihasilkan tiap tahun oleh BPS melalui ratusan survei di bidang sosial, produksi, dan ekonomi. Metodologi penghitungan PDB mengacu pada panduan resmi dari Komisi Statistik PBB dan lembaga internasional lainnya. Untuk PDB, BPS menggunakan System of National Accounts. Sedang untuk inflasi, penentuan mengacu pada Consumer Price Index Manual. BPS juga dipercaya PBB sebagai UN Regional Hub on Big Data and Data Science for Asia and Pacific. Posisi ini, menunjukkan pengakuan dunia terhadap kredibilitas BPS dalam pengelolaan data. ( tbu )



