Kondisi perusahaan teknologi semikonduktor asal Amerika Serikat, Intel Corporation sedang terseok-seok, serta melewati masa jayanya di pasar chip unit pemrosesan data atau CPU. Kondisi itu membuat Presiden Donald Tump mempersiapkan kesepakatan untuk mengambil alih sekitar 10 persen saham Intel, seperti dikonfirmasi oleh pejabat White House, hari Selasa 19 Agustus kemarin. kesepakatan tersebut berpotensi melibatkan pertukaran hibah pemerintah dengan saham Intel, guna membantu Intel bersaing dengan para kompetitornya, seperti Nvidia, Samsung, dan Taiwan Semiconductor Manufacturing Company, khususnya di pasar chip kecerdasan buatan yang tengah berkembang pesat. ( ben )




