Presiden Amerika Donald Trump memutuskan tarif resiprokal Indonesia adalah 19%, sementara produk Amerika bebas masuk tanpa tarif dan punya akses penuh ke Indonesia. Mengutip kajian Bloomberg Economics karya Adam Farrar dan Rana Sajedi, dengan kesepakatan terbaru, tarif efektif produk-produk Indonesia naiknya jadi lebih dari 22%. Memang tarif itu jauh lebih rendah dari ancaman awal. Namun menurut riset itu, ekspor Indonesia ke Amerika serikat bisa turun 25% dalam jangka menengah. Dampaknya terhadap PDB Indonesia adalah 0,3%. Disisi perdagangan, Amerika serikat punya peran yang cukup strategis bagi Indonesia. BPS mencatat, nilai ekspor non-migas Indonesia ke Amerika sepanjang Januari-Mei adalah 12,11 miliar dolar amerika, atau 11,42% dari total ekspor non-migas Indonesia. Amerika serikat menjadi negara tujuan ekspor terbesar kedua bagi Indonesia, hanya kalah dari Tiongkok. ( tbu )




