Pemerintah Indonesia meminta Amerika Serikat meninjau kembali tarif impor terhadap 20 produk unggulan Indonesia untuk menciptakan kesetaraan perdagangan dalam negosiasi tarif kedua negara. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan, Indonesia berharap agar produk ekspor unggulannya tidak dikenakan tarif lebih tinggi dibanding negara pesaing. Selain tarif, Airlangga menyebut negosiasi juga menyentuh aspek non-tariff measures. Indonesia telah merespons sejumlah permintaan dari Amerika Serikat dengan mengirimkan dokumen yang relevan. Indonesia juga sudah menyampaikan dokumen untuk merespons yang terkait non-tariff measures tersebut. Presiden Prabowo juga meminta format Tingkat Komponen Dalam Negeri diubah menjadi berbasis insentif. Hal ini diharapkan dapat mendorong daya saing sekaligus mempermudah iklim investasi. ( tbu )




