Harga emas dunia pekan ini mencatatkan rekor dengan menembus level 3 ribu 300 dolar amerika pertroy ons, seiring meningkatnya ketidakpastian global hingga tren pelemahan dolar Amerika Serikat. Kondisi itu menjadi sentiment positif bagi emiten produsen emas seperti Antam, Bumi Resources Minerals, Merdeka Copper, Archi Indonesia, hingga Hartadinata Abadi. Secara keseluruhan, kombinasi harga jual yang tinggi, peningkatan produksi, dan efisiensi operasional diperkirakan akan memperkuat kinerja emiten sektor emas di sepanjang tahun 2025, sekaligus membuka ruang bagi revisi naik terhadap konsensus laba. ( ben )




